UJIAN SEKECIL APAPUN MENGHAPUSKAN DOSA
📝Quotes of the day

Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah
radhiyallahu’anhuma dari Nabi beliau bersabda :
“Tidaklah seorang Muslim ditimpa oleh rasa letih, penyakit, kegelisahaan, kesedihan, gangguan, ataupun kegundahaan, hingga duri menusuknya, Melainkan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahan kesalahannya karenanya”
(Muttafaqun ‘Alaih)
KEBANYAKAN MANUSIA TERSESAT
🥀🥀🥀🥀🥀

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (QS. Al-An’am: 116)
Ayat ini sebagai peringatan sekaligus penguatan. Kalau kamu memilih jalan yang lurus sesuai syari’at tuntunan Allah, wajar kalau terasa sendirian atau dianggap aneh. Itu tanda kamu lagi di jalur yang sama seperti para Nabi.
Nabi ﷺ bersabda: “Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing. Maka beruntunglah orang-orang asing itu”.
SUNNAH BAGI MUDHOHI

Hadits dari Muslim no. 1977, Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ، وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim).
Memotong rambut dan kuku sejak masuk 1 Dzulhijjah sampai hewan kurban disembelih.
Tujuannya biar anggota badan itu ikut “diselamatkan” dari api neraka bareng hewan kurban. Ini pendapat Imam Syafi’i, Ahmad, dan mayoritas ulama.
KEINDAHAN SEBUAH TAWAKKAL

Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi di waktu pagi dalam keadaan lapar dan kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad No: 30)
Teruslah MempermudahUrusan Orang Lain

Quotes of the day
🌹🌹🌹
“Teruslah Mempermudah
Urusan Orang Lain,
Urusanmu Biarlah Allah
Yang Mempermudah”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang
Mukmin dari berbagai kesulitan – kesulitan dunia,
niscaya Allah akan memudahkan kesulitan- kesulitannya pada hari kiamat. Siapa yang Memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan mudahkan baginya di dunia dan akhirat”
(HR. Muslim, no. 2699)
KEBAIKAN ITU SEPERTI CAHAYA
🕯️🕯️🕯️🕯️🕯️

Jika lampu tidak dinyalakan, gelap yang akan menguasai ruangan.
Begitu pula jika kebaikan tidak disebarkan, maka keburukan yang akan jadi norma.
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. [QS. Ali ‘Imran: 104]
Jika kebaikan tidak ada yang menyeru,
Maka keburukan yang akan menang.
Mari masing2 dari kita ikut andil menyerukan kebaikan semampunya.
JANGAN MENYERAH

Lelah itu manusiawi, tapi menyerah bukan pilihan.
Setiap selesai satu perjuangan, lanjutkan dengan kesungguhan yang baru.
Karena Allah mencintai hamba yang terus berusaha, bukan yang berhenti di tengah jalan.
KENAPA MASIH MENDERITA?
🍂🍂🍂🍂🍂

Karena kamu meletakkan bahagia pada “yang kamu suka”
Bukan pada “yang Allah suka”
Bahagia itu ketika ridha-Nya jadi tujuan, bukan nafsu jadi tuntutan.
“Menderita karena meletakkan bahagia pada yang kita suka” sama dengan menuhankan hawa nafsu.
Kita jadi budak keinginan sendiri.
Pas keinginan nggak keturutan → kecewa, stres, ngerasa hidup nggak adil.
Padahal yang bikin tenang itu justru saat kita bilang: “Ya Allah, aku ridha dengan takdir-Mu, berikan aku yang terbaik menurut-Mu”
ILMU YANG TIDAK DIAMALKAN

✨Quotes of the day
مَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا لاَ يَعْمَلُ بِهِ كَمَثَلِ طَبِيْبٍ مَعَهُ دَوَاءٌ لَا يَتَدَاوَى بِهِ
“Permisalan orang yang memiliki ilmu lantas tidak diamalkan adalah seperti seorang dokter yang memiliki obat namun ia tidak berobat dengannya.” (Hilyatul Auliya’, 4: 71).
